Sunday, July 5, 2009

PAS TERIMA PM BUKAN ISLAM DARI DULU DAN SELAMA LAMANYA DEMI SERVIVAL POLITIK MEREKA!

































Masihkah kau ingat tarikh surat khabar ini dikeluarkan UTUSAN.6.NOV 1999?
PAS setuju untuk terima PM bukan Islam pada 10 tahun yang lalu.
Wah... Ini kah perjuangan parti bulan selaput hijau yang bercakap ikut sedap mulut.
PAS lah sumber perpecahan ummah antara sesama Melayu.

Gunakan Islam demi kepentingan survival politik mereka.





KETUA NEGARA : WAJIB MUSLIM & MENERAPKAN SYARIAT ISLAM.


Sejak masa Nabi saw dan para shahabat, orang-orang munafik tidak pernah berhenti merongrong dan menikam kemulyaan Islam dan kaum Muslim. Mereka terus berusaha untuk memalingkan kaum Muslim dari ajaran agamanya yang lurus.

Bahkan, mereka tak segan-segan bersekongkol dengan orang-orang kafir untuk memusuhi Islam dan kaum Muslim; serta membuka jalan bagi orang-orang kafir menguasi kaum Muslim.

Oleh karena itu, Allah swt dan RasulNya telah menyepadankan orang-orang munafik dengan orang-orang kafir, bahkan lebih hina lagi.

Tidak hanya itu saja, al-Quran telah menetapkan aturan tertentu bagi orang-orang munafik; diantaranya larangan menyolati jenazah orang munafik, mendoakan, serta pemberian ijin ikut serta dalam peperangan, dan lain sebagainya.

Aturan-aturan ini ditetapkan agar orang-orang munafik bisa dipilahkan dari orang-orang Mukmin, sekaligus untuk menghinakan mereka di kehidupan dunia.

Dakwah Islam Pemikiran, Politik, dan Tanpa Kekerasan
Pendahuluan


Islam adalah agama sempurna.

Kesempurnaannya sebagai sebuah sIstem hidup dan sistem hukum meliputi segala perkara yang dihadapi oleh umat manusia. Firman Allah Swt:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..” (TQS. An-Nahl [16]: 89)

Ini berarti, perkara apapun ada hukumnya, dan problematika apa saja, atau apapun tantangan yang dihadapi kaum Muslim, akan dapat dipecahkan dan dijawab oleh Dinul Islam.

Keharusan mengikuti syariat Islam, terutama jejak langkah yang pernah ditempuh oleh Rasulullah saw, telah ditegaskan oleh firman Allah Swt:
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

“Katakanlah, ‘Inilah jalan (dakwah)-ku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada (agama) Allah dengan hujjah (bukti) yang nyata..” (TQS. Yusuf [12]: 108)

Ayat ini menunjukkan bahwa jalan Rasulullah saw telah benar-benar tegas dan nyata. Masalahnya tinggal, apakah kita hendak mengikuti jalan beliau saw atau tidak?

Komentar :

ada 1
Che Leh Jangok said...
pada hari 

Asal Anuar sebenar seperti yang beliau istihar sendiri kepada hamba pada malam 30hb Nov. 1981 di USM. Beliau ahli panel dalam satu forum dan hamba pembentang kertas kerja bagi seminar anjuran CAP.
Kita perlukan 3 perkara sahaja:
1. Pangkat dan Kedudukan.
2. Kuasa.
3. Wang yang banyak, yang tak boleh habis.
Nak capai ketiganya sekaligus adalah mustahil; tetapi salah satu boleh dicapai dahulu. Setelah itu yang lain akan menjadi mudah.
Caranya pula ada 3 juga:
1. Evolisi - Dah buat ketika itu melalui ABIM tetapi terlalu lambat.
2. Revolusi - Bahaya.
3. Menyusup masuk melalui saluran kuasa sedia ada. Tetepi kita kena sampai ke puncak. Dengan apa cara jua pun.
Sekarang Anuar jelas dah laksanakan cara 1 dan 3 tetapi masih gagal sampai ke puncak (kerana gelojoh yang keterlaluan). Apa lagi cara yang masih ada. Tentulah cara ke 2 itu. Maka itulah yang sedang diusahakan oleh Anuar sekarang dengan menggunakan berbagai alat dari dalam dan luar. Hitam atau putih. Halal atau haram. Anuar memang tak kira. Kerana dia kata "dengan apa cara jua pun"

Post a Comment

Pemilik Blog tidak bertanggungjawab atas komen-komen yang di buat.

Labels

 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

© 2010 Tempe Template. Modified by GMC.

Fresh Template by NdyTeeN.